Kekuatan keyakinan adalah fondasi
mental dan spiritual yang memberi arah, ketahanan, dan tujuan, serta mendorong
tindakan dengan keberanian, integritas, dan komitmen pada nilai inti,
menjadikannya kekuatan pendorong untuk kesuksesan dan stabilitas emosional.
Kekuatan ini tidak hanya tentang agama, tetapi juga keyakinan pada kemampuan
diri atau kepercayaan diri, profesi, atau prinsip, yang memberikan kekuatan
kepada seseorang dalam mengatasi tantangan dan membangun hidup yang bermakna.
Dalam agama Buddha umat Buddha
menjadikan Tiratana sebagai keyakinan untuk mendorong diri mengakhiri
penderitaan. Tiratana terdiri dari Buddha Ratana, Dhamma Ratana, dan Saṅgha
Ratana. Keyakinan ini diperoleh dari memahami kualitas atau sifat-sifat luhur
dari Buddha, Dhamma, dan Saṅgha. Kita dapat menemukan kualitas itu dengan
menghayati yang ada pada Buddhānusati, Dhammānusati, dan Saṅghānusati. Seperti
Buddhānusati terdapat sembilan kualitas luhur dari Buddha, Dhammānusati
terdapat enam kualitas luhur dari Dhamma, dan Saṅghānusati terdapat sembilan
kualitas luhur dari Saṅgha. Sering kali Buddha diumpamakan seorang dokter,
Dhamma diumpamakan obat, Saṅgha diumpamakan orang yang sembuh setelah minum
obat yang diberikan oleh dokter. Demikian pula kita-kita ini, diumpamakan
seperti orang yang sedang mengalami sakit, maka kita perlu pergi ke dokter dan
minum obat dari petunjuk dokter. Tujuannya agar kita tidak menderita sakit
terlalu lama dan bahkan terbebas dari sakit.
Terkait kekuatan keyakinan ada
satu kisah, pada zaman Buddha ada seorang lelaki yang penih kasih merawat kedua
orangtuanya dengan keadaan buta dengan penuh perhatian. Ia tidak dapat berdana
kepada Buddha. Tetapi ia memiliki kesempatan untuk berlindung kepada Tiratana,
dan berkeyakinan kepada Tiratana sampai akhir hidupnya melalui murid Buddha,
maka Ia telah mengumpulkan karma baik yang tak terhingga jumlahnya berkat
berbakti pada orang tua dan kekuatan Saddha atau Keyakinan kepada Tiratana. Karena
perbuatan baik ini, Ia terlahir di alam Surga dan alam manusia dalam kalpa yang
tak terhitung dan seratus ribu siklus bumi, tanpa pernah terlahir di alam
rendah.
Pada kelahiran terakhirnya, Ia
terlahir sebagai putra orang kaya di Savatthi dan diusia 7 tahun, saat bermain
di vihara bersama teman-temannya. Seorang Bhikkhu mempersilahkan mereka duduk
dan mengambil perlindungan kepada Tiratana dengan mengucapkan, "Buddham
Saranam Gacchami, Dhammam Saranam Gacchami, Sangham Saranam Gacchami". Ia
tercerahkan dan mencapai kesucian Arahat yang dapat menikmati kebahagiaan
Nibbana selamanya. Ia menjadi seorang Bhikkhu yang dikenal dengan nama
"Sarana Gamana Thera". Arahatto saat berumur 7 tahun.
Kisah lainnya tentang kekuatan
keyakinan yaitu terjadi pada Matakudalini anak seorang hartawan yang sangat
kikir, yang pada detik-detik terakhir hidupnya, berkesempatan
"berkeyakinan" kepada Sang Buddha. Ia terlahir di alam Dewa
Tavatimsa. Dan juga terjadi pada kisah-kisah lainnya.
Dari kisah di atas mengkonfirmasi bahwa kekuatan keyakinan sangat berpengaruh terhadap orang yang memiliki keyakinan. Dengan demikian maka, sejak sekarang meri kita kuatkan keyakinan agar selalu bahagia terbebas dari penderitaan.
Semoga bermanfaat

